Sinergi Tanpa Batas: SMPN 3 Kepanjen Galang Komitmen Seluruh Warga Sekolah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
Kepanjen, 2 Februari 2026 – Semangat
pelestarian lingkungan kembali membara di SMP Negeri 3 Kepanjen. Sebagai
langkah nyata mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,
SMPN 3 Kepanjen menggelar kegiatan Sosialisasi Strategis Menuju
Sekolah Adiwiyata Nasional 2026, Senin (02/02).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sempatig
ini mencuri perhatian karena melibatkan seluruh elemen tanpa terkecuali. Mulai
dari Kepala Sekolah, Perwakilan Pengurus Komite, jajaran Guru dan Karyawan,
para penjual makanan dan minuman (mamin) di kantin, hingga perwakilan siswa.
Membangun Budaya, Bukan Sekadar Lomba
Kepala SMPN 3 Kepanjen, Bapak Margo Sujono Hadi, S.Pd., M.Pd., dalam
sambutannya menegaskan bahwa predikat Adiwiyata Nasional bukanlah tujuan akhir,
melainkan sebuah sarana untuk membentuk karakter warga sekolah yang cinta
lingkungan.
"Adiwiyata Nasional adalah
tantangan besar bagi kita. Hari ini, kita menyamakan persepsi bahwa urusan
lingkungan bukan hanya tugas tim Adiwiyata, tapi tugas kita semua. Dari
kebersihan kelas hingga pengelolaan limbah di kantin, semuanya harus selaras
dengan prinsip ramah lingkungan," ujar beliau di hadapan peserta
sosialisasi.
Peran Vital Penjual Kantin dan Komite
Satu hal yang menarik dalam
sosialisasi kali ini adalah kehadiran para penjual mamin kantin.
Tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang memberikan pengarahan khusus
mengenai pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan penyediaan menu sehat
bagi siswa. Hal ini sejalan dengan kriteria penilaian Adiwiyata yang
menitikberatkan pada perubahan pola konsumsi di sekolah.
Perwakilan Pengurus Komite SMPN 3
Kepanjen yang turut hadir menyatakan dukungan penuhnya. Beliau menyampaikan
bahwa wali murid siap berkolaborasi dalam mendukung pengadaan fasilitas
pendukung lingkungan, seperti taman sekolah dan sistem pengolahan sampah
mandiri.
Siswa Sebagai Agen Perubahan
Perwakilan OSIS dan Kader Lingkungan
(Kader Adiwiyata) juga tampak antusias. Mereka akan menjadi motor penggerak
kampanye "Zero Waste" dan pemilahan sampah di
lingkungan kelas masing-masing.
"Kami ingin membuktikan bahwa
sebagai Sekolah Unggulan Olahraga, kami juga mampu menjadi sekolah yang paling
bersih dan hijau. Fisik yang kuat harus tumbuh di lingkungan yang sehat,"
ujar salah satu perwakilan siswa dengan semangat.
Langkah Strategis 2026
Dalam sosialisasi ini, dipaparkan
pula Roadmap atau peta jalan menuju penilaian nasional, yang
meliputi:
1. Penataan drainase
dan penghijauan area sekolah.
2. Inovasi pengelolaan
sampah menjadi pupuk organik.
3. Integrasi kurikulum
berbasis lingkungan di setiap mata pelajaran.
4. Kampanye
berkelanjutan untuk hemat energi dan air.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama peserta Sosialisasi menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2026.